Mahasiswa Gelar Aksi Hingga Malam Di DPRD Kota Tasikmalaya, Penerangan Jalan Jadi Sorotan..?

 



Kota Tasikmalaya – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan Poros Pelajar di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026), berlangsung hingga malam hari. Massa aksi memilih bertahan di lokasi karena aspirasi yang ingin mereka sampaikan belum sepenuhnya mendapat tanggapan dari pihak terkait.

Sejak siang hari, ratusan peserta aksi berupaya masuk ke dalam gedung DPRD untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada para pejabat dan anggota dewan. Namun, beberapa kali upaya tersebut tertahan oleh petugas keamanan yang berjaga di area gedung.

Situasi sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas. Kekecewaan peserta aksi juga memuncak setelah tiga pejabat yang ditunggu-tunggu belum kunjung hadir menemui mereka. Sebagai bentuk protes, massa membakar ban bekas di dua gerbang masuk DPRD Kota Tasikmalaya.

Setelah para pejabat yang dimaksud akhirnya hadir dan menyatakan kesediaannya untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, massa tetap bersikeras agar pembahasan serta penandatanganan seluruh tuntutan dilakukan di dalam gedung DPRD. Menurut mereka, penyelesaian aspirasi tidak cukup dilakukan di jalanan, melainkan harus dibahas secara resmi dan menghasilkan komitmen yang jelas.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan Poros Pelajar membawa sedikitnya 10 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kota Tasikmalaya. Salah satu tuntutan yang menjadi sorotan utama adalah peningkatan keamanan dan keselamatan masyarakat di ruang publik.

Massa mendesak pemerintah untuk segera menambah jumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminalitas. Selain itu, mereka juga meminta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di kawasan yang sering menjadi lokasi kejahatan serta pembangunan pos pengamanan di titik-titik yang dianggap rawan aksi pembegalan.

Para peserta aksi menilai langkah-langkah tersebut perlu segera direalisasikan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas pada malam hari. Mereka menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu jatuhnya korban sebelum mengambil tindakan nyata.

Hingga malam hari, massa masih bertahan di depan gerbang DPRD Kota Tasikmalaya. Sejumlah peserta bahkan mendirikan tenda sebagai bentuk komitmen untuk terus mengawal tuntutan mereka sampai mendapatkan kepastian dan respons yang memuaskan dari pihak terkait.

Aksi yang berlangsung damai namun penuh tekanan tersebut menjadi simbol desakan generasi muda terhadap pemerintah agar lebih serius memperhatikan persoalan keamanan publik dan fasilitas penerangan jalan. Massa berharap seluruh tuntutan yang telah diajukan dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

(Redaksi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pimpinan Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas Dalam Serangan Udara di Teheran

Anggota DPR RI Sigit K Yunianto Angkat Bicara Terkait Dugaan Penembakan Terhadap Warga Desa Baronang Saat Aksi Unjuk Rasa.

Iran Balas Serang Israel Dengan Meluncurkan Rudal.